Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Rampungkan Pembangunan Rumah Bersumber Dari Add Tahun 2025 , Pemkam Utikini Ii Serahkan Kunci Untuk Warga

Kepala Kampung Utikini II, Marinus Kogoya didampingi Sekertaris Kampung Utikini II, Naton Murib saat menyerahkan kunci secara simbolis kepada warga (foto: Istimewa/ Kabarkampung.id)

Timika, Kabarkampung.id - Pemerintah Kampung Utikini II tahun 2025 membangun 6 unit rumah layak huni yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2025 yang nantinya akan diserahkan kepada warganya kampung yang membutuhkannya.

Kepala Kampung Utikini II Distrik Kuala Kencana, Marinus Kogoya, kepada Kabar Kampung.id Sabtu (21/11/2025) menuturkan pembangunan rumah warga berdasarkan hasil usulan warga dari masing-masing RT dalam Musrembang kampung tahun 2024 lalu dan direalisasikan tahun 2025 ini.

Saat ini rumah yang telah rampung sebanyak 3 unit dan itu sudah dibagi ke warga, sedangkan 3 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

"Rumah sudah menjadi jebutuhan pokok warga sehingga warga yang tinggal dalam satu rumah tiga sampai empat keluarga itu yang kami bangun rumah kasih mereka. Rumah yang sudah jadi kami serahkan ke warga yang berhak terima," kata Marinus.

Untuk tiga unit pertama yang sudah rampung dan diserahkan ke warga yang menerima. Diantaranya, Tolien Kogoya, Terius Tabuni dan Deli Murib.

Warga yang menerima bantuan rumah itu benar-benar warga Utikini II yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Tiga unit lainya masih dalam proses pembangunan dan jika sudah rampung, aparat kampung akan menyerahkan ke warga Utikini II yang membutuhkan.


Prioritas kerja pemerintah kampung untuk menjawab semua kebutuhan masyarakat seperti rumah, MCK, drainase, bangun jalan kampung, jalan tani, kebutuhan posyandu dan ibu hamil serta lansia, PKK dan organisasi keagamaan dan rumah ibadah serta pendidikan dan kesehatan..

"itu yang paling utama yang kita kerjakan agar masyarakat tidak ribut kepada pemerintah. Namun semua program yang disebutkan diatas, harus melalui forum musrembang di kampung. Jika ada program muncul tanpa musrembang akan dibatalkan dan digeser ke taun berikutnya," terang Marinus. (red)