Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Pemkam Bintang Lima Gelar Pelatihan Anyam Noken, Bekali Keterampilan Ibu-ibu Pkk

Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Habuebi bersama Kepala Kampung Bintang Lima Marthinus Kogoya dan ibu-ibu PKK Kampung Bintang Lima saat foto bersama (foto: Istimewa/ Kabarkampung.id)

Timika, Kabarkampung.id – Pemerintah Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan peningkatan keterampilan.


Salah satunya dengan menggelar pelatihan anyam noken bagi ibu-ibu PKK dan warga kampung yang berlangsung di Balai Kampung beberapa hari lalu.

Pelatihan ini digelar setelah kegiatan penyuluhan kesehatan bagi kader posyandu, sehingga para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga keterampilan ekonomi kreatif.

Kepala Kampung Bintang Lima, Marthinus Kogoya, membenarkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan ibu-ibu kampung dalam membuat noken, yang merupakan warisan budaya masyarakat pegunungan Papua.

“Tadi kita baru selesai pelatihan atau penyuluhan kesehatan bagi ibu-ibu kader posyandu, kemudian kita lanjutkan dengan pelatihan anyam noken. Ibu-ibu harus mengikuti dengan baik sampai selesai supaya ada ilmu yang bisa didapatkan,” ujar Marthinus.

Dalam pelatihan tersebut, pemerintah kampung menghadirkan pelatih yang merupakan anak asli kampung yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan serupa di tingkat distrik maupun kabupaten.

Hal ini diharapkan dapat menularkan pengetahuan kepada warga lainnya.

Marthinus menjelaskan, meski waktu pelatihan cukup terbatas, para peserta tetap diberikan dasar-dasar teknik menganyam noken. Setelah itu, para ibu diharapkan dapat melanjutkan latihan secara mandiri di rumah hingga mahir.

“Noken yang dibuat nanti rencananya akan dipasarkan di pasar kampung yang berada di samping Balai Kampung,” katanya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah kampung berharap ibu-ibu tidak hanya melestarikan budaya noken sebagai warisan leluhur, tetapi juga dapat memanfaatkannya sebagai peluang ekonomi keluarga.

Adapun kegiatan pelatihan tersebut didanai melalui Dana Desa tahun anggaran 2025. Pelaksanaannya baru dilakukan tahun ini karena sebelumnya pemerintah kampung masih disibukkan dengan berbagai kegiatan pembangunan dan program kampung lainnya.