Kampung Bintang Lima Gelar Penyuluhan Kesehatan Bagi Kader Posyandu Dan Pkk
Timika, Kabarkampung.id - Pemerintah Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, menyelenggarakan penyuluhan bidang kesehatan bagi kader Posyandu dan PKK pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kampung Bintang Lima.
Penyuluhan ini dilaksanakan dengan menggunakan sumber dana dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.
Kepala Distrik Kwamki Narama, N. Edwin H., SE., M.Si., menuturkan bahwa pelatihan kesehatan sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat di wilayah kampung tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan pelatihan dasar bagi para kader Posyandu dan PKK agar memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menekankan bahwa para kader harus memiliki pengetahuan tentang kondisi kesehatan warga, terutama bagi balita, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
“Pelatih dari Puskesmas Kwamki Narama diharapkan dapat menyampaikan ilmu dan pengetahuan kepada para kader, sehingga mereka memahami setiap tahapan pelayanan dan mampu menerapkannya saat pelaksanaan kegiatan Posyandu,” ujarnya.
Edwin juga menegaskan bahwa Posyandu tidak terlepas dari peran pemerintah kampung. Pemerintah kampung sebagai pemilik Posyandu bertanggung jawab memfasilitasi kebutuhan Posyandu, seperti penyediaan peralatan dan sarana pendukung lainnya.
Menurutnya, Posyandu membutuhkan kader yang terlatih dan siap bekerja untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting, kekurangan gizi, maupun sering sakit.
Sementara itu, Kepala Kampung Bintang Lima, Martinus Kogoya, menyampaikan terima kasih kepada petugas kesehatan dari Puskesmas Kwamki Narama yang telah bersedia hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Ia mengakui bahwa undangan kepada para petugas kesehatan hanya disampaikan melalui pesan WhatsApp.
“Atas segala kekurangan kami, saya mohon maaf. Terima kasih kepada ibu-ibu yang sudah bersedia datang sehingga kegiatan pelatihan ini dapat berjalan,” ujar Martinus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Distrik Kwamki Narama yang telah hadir dan membuka kegiatan pelatihan tersebut.
Salah satu petugas senior dari Puskesmas Kwamki Narama, Angel, menjelaskan bahwa saat ini terdapat perubahan dalam sistem pelayanan Posyandu.
Menurutnya, Posyandu kini dikenal dengan sistem “lima meja” yang wajib disediakan oleh pemerintah kampung, karena Posyandu merupakan milik kampung, bukan milik Puskesmas.
“Puskesmas hanya menyediakan petugas, obat-obatan, serta layanan imunisasi dan vaksin seperti polio dan DPT,” jelas Angel.
Ia menambahkan bahwa perubahan sistem pelayanan Posyandu akan dijelaskan lebih lanjut oleh petugas lainnya. Namun secara umum, sistem baru ini bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan dengan melibatkan seluruh kader dari kampung.
Jika di suatu kampung terdapat enam kader namun yang aktif hanya tiga orang, maka hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepala kampung untuk mengaktifkan kembali kader yang ada.
“Setidaknya para kader harus memiliki SK resmi dari kampung, karena mereka bekerja untuk Posyandu dan bertugas menghadirkan bayi, balita, ibu hamil, remaja, usia produktif, hingga lansia dalam kegiatan pelayanan setiap bulan,” tutup Angel.