Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Kehadiran Bayi, Balita, Dan Lansia Di Posyandu Bintang Lima Menurun

Petugas kesehatan dari Puskesmas saat melakukan pemeriksaan kesehatan dan usia kehamilan dari salah seorang ibu (foto: Istimewa/ Kabarkampung.id)

Timika, Kabarkampung.id - Pelaksanaan posyandu rutin bulanan di Kampung Bintang Lima yang berlangsung pada Senin (23/3/2026) mencatat penurunan jumlah kehadiran bayi, balita, dan lansia.

Penurunan ini diduga karena sebagian ibu tidak membawa anaknya ke posyandu, serta adanya kesibukan lain di rumah maupun di kebun.

Bidan dari Puskesmas Kwamki, Yesi, usai kegiatan posyandu menuturkan bahwa jumlah balita yang hadir bulan ini hanya sebanyak 8 orang. Sementara balita lainnya tidak hadir tanpa pemberitahuan.

“Seharusnya semua balita hadir agar petugas dapat memantau perkembangan dan pertumbuhan mereka dengan baik. Setelah penimbangan dan pengukuran, kader akan mengisi buku perkembangan balita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan posyandu, balita, ibu hamil, dan lansia wajib hadir setiap bulan.

Untuk ibu hamil, petugas melakukan pemeriksaan usia kehamilan, perkembangan janin, serta kondisi kesehatan ibu guna mendeteksi kemungkinan adanya penyakit selama masa kehamilan.

“Karena hari ini hanya 8 balita yang datang, sebelum pukul 11.00 WIT semua pelayanan sudah selesai,” tambah Yesi.

Sementara itu, Perawat Puskesmas Kwamki Narama, Desrinai Tonampa, menyebutkan kehadiran lansia juga sangat minim, yakni hanya satu orang.

“Biasanya lansia datang dengan keluhan umum seperti sakit badan. Kami langsung melakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap bulan sekaligus pemberian obat. Namun bulan ini hanya satu lansia yang hadir,” jelasnya.

Ketua Kader Posyandu Kampung Bintang Lima, Merlyn Kogoya, mengatakan rendahnya kehadiran balita kemungkinan disebabkan kesibukan orang tua.

“Bulan ini hanya 8 balita yang hadir. Mereka menjalani pemeriksaan seperti penimbangan berat badan (BB), pengukuran tinggi badan (TB), lingkar lengan (LILA), dan lingkar kepala,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kader posyandu bersama PKK juga menyediakan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau, susu, biskuit, dan makanan bergizi lainnya.

“Makanan tambahan ini diberikan kepada balita, ibu hamil, dan lansia sebagai bagian dari program pemerintah untuk mencegah stunting, kurang gizi, serta menambah asupan protein dan vitamin,” katanya.

Menurut Merlyn, bagi warga yang tidak hadir, kader posyandu akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mengajak mereka datang ke posyandu pada kegiatan berikutnya.

Di sisi lain, Kepala Kampung Bintang Lima, Marthinus Kogoya, menegaskan bahwa pemerintah kampung mendukung penuh kegiatan posyandu.

Ia berharap warga yang belum hadir dapat mengikuti posyandu pada bulan berikutnya agar kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia tetap terpantau.

“Kami terus mendukung penyediaan makanan tambahan sebagai upaya pencegahan stunting dan kurang gizi,” ujarnya.

Marthinus juga mengungkapkan bahwa angka stunting di Kampung Bintang Lima sebelumnya cukup tinggi, namun kini telah menurun drastis.

“Memasuki tahun 2025 hingga 2026, kasus stunting tinggal dua orang. Saya sudah arahkan kader untuk bekerja maksimal agar stunting benar-benar tidak ada lagi di kampung ini. Termasuk balita kurang gizi harus didukung dengan makanan tambahan dan pemeriksaan rutin dari petugas puskesmas,” tegasnya.