Pembangunan Tahun 2024 Di Kampung Bhintuka Fokus Pada Kebutuhan Air Bersih Dan Peningkatan Layanan Warga
Timika, Kabarkampung.id – Pemerintah Kampung Bhintuka terus meningkatkan kesejahteraan warganya melalui berbagai program prioritas di tahun 2024.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kampung Bhintuka, Penius Tabuni, melalui Sekretaris Kampung, Eko Kurniawan.
Salah satu kegiatan fisik yang menjadi fokus utama adalah pembangunan sumur bor di hampir seluruh RT. Menurut Eko, kebutuhan air bersih merupakan prioritas yang mendesak berdasarkan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Kampung (Musrenbang).
“Kalau WC tanpa air, bagaimana mau siram atau mandi? Jadi air bersih lewat sumur bor itu kebutuhan paling penting,” ungkap Eko.
Meskipun hampir semua dari 19 RT mengusulkan pembangunan sumur bor, pihak kampung tetap melakukan seleksi agar bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama bagi warga yang paling membutuhkan.
Tak hanya soal infrastruktur air, Kampung Bhintuka juga memberikan perhatian pada sektor keagamaan. Empat gereja di kampung ini mendapatkan bantuan timbunan halaman gereja untuk mendukung kenyamanan kegiatan ibadah.
Di bidang pendidikan, kampung menyalurkan dana sebesar Rp10 juta untuk mendukung operasional PAUD, khususnya pengadaan baju seragam anak-anak. Karena ukuran anak berbeda-beda, bantuan disalurkan dalam bentuk uang agar lebih fleksibel.
Untuk sektor kesehatan, perhatian difokuskan pada penanganan stunting dan penguatan layanan posyandu. Pemerintah kampung secara rutin memberikan makanan tambahan serta menggelar pelatihan bagi 7 kader posyandu dan 7 ibu-ibu PKK dalam pembuatan kue.
Tak hanya itu, kampung juga membekali masing-masing RT dengan satu unit mesin babat rumput dan tangki semprot, guna mendukung kebersihan dan ketahanan pangan lokal.
Menutup rangkaian program, Pemerintah Kampung Bhintuka juga melakukan pengadaan mobil pick up sebagai sarana mobilitas warga, khususnya untuk mendukung pelaksanaan acara ibadah atau kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Mobil ini bisa digunakan warga, tapi untuk keperluan bensin dan makan sopir disesuaikan lagi secara mandiri,” jelas Eko.