Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Puluhan Balita Ikut Posyandu Di Kampung Bhintuka

Sekertaris Kampung Bhintuka, Eko Kurniawan bersama pendamping desa ibu Samsiah saat melihat langsung pelayanan posyandu (foto: Istimewa/ Kabarkampung.id)

Timika, Kabarkampung.id - Puluhan Balita, dan beberapa Ibu hamil dan lanjut usia (Lansia) mengikuti posyandu di Balai Kampung Bhintuka, pada Selasa (3/3/2026).

Sekretaris Kampung Bhintuka, Eko Kurniawan kepada Media Kabarkampung.id pada Selasa (3/3/2026) mengatakan posyandu dilakukan rutin tiap bulan dan bukan ini jatuh pada tanggal 3/3/2026.

Posyandu Rutin tiap bulan didukung oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Bhintuka dengan para kader posyandu terlatih dari kampung Bhintuka.

Kata dia fokus posyandu pada balita, ibu hamil dan lansia. Balita untuk mengetahui perkembangan tumbuh kembang anak secara sehat dimana tiap anak wajib timbang berat badan, ukur lingkar lengan, lingkar kepala, dan ukur tinggi badan. 

Jadi dalam posyandu tiap bulan yang dilakukan adalah menimbang, mengukur lingkar lengan, lingkar kepala, tinggi badan, pemberian makanan tambahan dan pemberian imunisasi dan imunisasi tambahan, mengawasi pertumbuhan gizi dan kesehatan balita, ibu hamil dan lansia.

Kata Eko untuk jumlah balita pihaknya akan berkoordinasi dengan kader posyandu karena mereka yang tahu naik turun kehadiran balita tiap bulan.

Untuk Ibu hamil dan lansia juga demikian nanti kampung menunggu laporan dari Puskesmas Bhintuka. 

Beberapa kader ketika dijumpai di kegiatan posyandu menuturkan jumlah kehadiran balita setiap bulan sebanyak 20 orang atau lebih.

Mereka datang timbang berat badan dulu, kemudian ukur lingkar lengan (Lila), ukur lingkar kepala, dan ukur tinggi badan. Setelah itu setiap balita diberi makanan tambahan berupa kacang hijau, susu atau juga biskuit.

Soal stunting kata Eko tahun lalu memang masih ada dan tahun ini pihaknya minta kader dan petugas kesehatan untuk bekerja lebih giat supaya stunting bisa diatasi.

Melalui posyandu rutin tiap bulan petugas harus kontrol betul anak yang tumbuh kembang terhambat ini. Komitmen dengan makanan tambahan ini stunting, kurang gizi atau gizi kurang pada balita bisa teratasi. (red)