Pemkam Bhintuka Salurkan Bibit Keladi Untuk 7 Kelompok Tani, Dorong Pangan Lokal Tetap Lestari
Timika, Kabarkampung.id – Pemerintah Kampung Bhintuka kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Pada Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap kedua, Pemkam Bhintuka menyalurkan bantuan bibit tanaman pangan berupa keladi kepada tujuh kelompok tani masyarakat asli.
Sekretaris Kampung Bhintuka, Eko Kurniawan, menjelaskan bahwa pengadaan bibit keladi dilakukan setelah sebelumnya pemerintah kampung memberikan bantuan biaya pengelolaan lahan kepada kelompok-kelompok tersebut.
“Setelah lahan dibuka melalui bantuan pengolahan lahan, tahap berikutnya adalah pengadaan bibit tanaman. Kami memilih keladi karena merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat sebagai sumber karbohidrat,” ujarnya.
Menurutnya, keladi memiliki nilai strategis baik dari sisi ketahanan pangan maupun potensi ekonomi. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga dapat terus dikembangkan kembali setelah masa panen.
Menariknya, bibit keladi yang disalurkan dibeli langsung dari masyarakat lokal. Langkah ini dilakukan agar perputaran anggaran Dana Desa benar-benar memberikan manfaat ganda, yakni kepada warga yang menjual bibit dan kepada kelompok tani yang menerima bantuan.
“Anggaran yang sudah dialokasikan harus berdampak luas. Jadi kami beli bibit dari masyarakat lokal, lalu kami serahkan kepada tujuh kelompok tani. Dengan begitu, manfaatnya dirasakan lebih merata,” jelasnya.
Pemkam Bhintuka juga berharap masyarakat tidak meninggalkan tanaman pangan lokal seperti keladi. Di tengah kecenderungan masyarakat yang kini lebih memilih beras dan bahan pangan lainnya, pemerintah kampung mendorong agar keladi tetap dilestarikan sebagai warisan pangan tradisional yang bernilai ekonomi.
“Kami ingin tanaman keladi tetap dibudidayakan. Jika dikelola dengan baik dan benar, keladi bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi kelompok tani,” tambahnya.
Dengan bantuan bibit tersebut, diharapkan tujuh kelompok tani penerima dapat membudidayakan keladi secara berkelanjutan, sehingga hasil panen tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.