Pustu Pigapu Layani 5–6 Pasien Per Hari, Tetap Beroperasi Meski Petugas Terbatas
Timika, Kabarkampung.id – Puskesmas Pembantu Pigapu yang berada di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, setiap hari melayani rata-rata 5 hingga 6 pasien dengan berbagai keluhan kesehatan.
Kepala Pustu Pigapu, Marisa Matakena, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026), menjelaskan bahwa pasien yang datang umumnya mengeluhkan batuk, pilek, badan sakit-sakit, serta luka-luka setelah pulang beraktivitas dari pantai.
“Keluhan paling banyak batuk pilek, badan sakit, dan luka-luka saat mereka pulang dari pantai,” ujarnya.
Meski jumlah petugas di Pustu Pigapu tercatat tiga orang, pada hari tersebut hanya dirinya yang bertugas karena dua rekannya sedang memiliki urusan penting di Timika. Namun demikian, pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.
“Walaupun hari ini saya sendiri yang masuk, pelayanan harus tetap jalan,” tegasnya.
Terkait penanganan malaria, Marisa menjelaskan bahwa pemeriksaan awal biasanya dilakukan oleh kader kesehatan di kampung.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif malaria, pasien bersama kader akan datang ke Pustu untuk mendapatkan obat.
Sementara untuk pasien dengan keluhan penyakit dalam atau kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pihaknya langsung merujuk ke puskesmas karena keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas di Pustu.
“Kalau kasusnya berat atau penyakit dalam, kami langsung rujuk ke puskesmas. Kalau di puskesmas tidak bisa tangani, biasanya dirujuk lagi ke rumah sakit,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk kasus tertentu yang membutuhkan penanganan cepat, petugas bahkan langsung mengantar pasien ke rumah sakit terdekat.
Dari sisi ketersediaan obat, Pustu Pigapu masih memiliki stok untuk menangani keluhan umum seperti batuk, pilek, badan sakit, dan malaria. Namun untuk persediaan obat yang lebih lengkap, masyarakat biasanya dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.
Dengan keterbatasan tenaga dan fasilitas, Pustu Pigapu tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Kampung Pigapu demi menjaga kondisi kesehatan warga tetap terpantau dan tertangani dengan baik.