Dua Gedung Sd Negeri Pigapu Rusak Parah, Sekolah Mendesak Pembangunan Pagar Dan Tambahan Ruang Belajar
Timika, Kabarkampung.id – Kondisi dua gedung ruang belajar di SD Negeri Pigapu memprihatinkan. Selain mengalami kerusakan parah, sekolah yang berada di wilayah Distrik Iwaka ini juga belum memiliki kantor dan ruang kepala sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri Pigapu, Juiita Marice Bieths, kepada media ini, Selasa (3/3/2026), menuturkan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah tersebut sangat mendesak.
Selain perbaikan gedung lama yang rusak berat, pihaknya juga membutuhkan tambahan ruang belajar, ruang komputer, kantor, serta ruang kepala sekolah.
“Sekolah ini sampai sekarang belum punya kantor dan ruang kepala sekolah. Ruang belajar juga sangat terbatas, sementara jumlah rombongan belajar terus bertambah,” ujar Juiita.
Ia menjelaskan, untuk kelas satu hingga kelas tiga masing-masing memiliki dua rombongan belajar. Sementara kelas empat, lima, dan enam masing-masing satu rombongan belajar.
Namun, jumlah siswa di setiap rombongan belajar melebihi ketentuan yang ditetapkan dinas, yakni maksimal 28 siswa per rombongan belajar.
“Karena jumlah siswa melebihi ketentuan, solusinya memang harus ada penambahan ruang kelas baru dari pemerintah kabupaten,” tegasnya.
Untuk jadwal belajar, kelas satu dan dua masuk pagi dan pulang pukul 11.00 WIT. Sedangkan kelas tiga hingga enam pulang pukul 12.00 WIT.
Selain persoalan ruang belajar, Juiita juga menyoroti kebutuhan pagar sekolah yang dinilai sangat mendesak. Menurutnya, ketiadaan pagar membuat fasilitas sekolah rawan dirusak oleh oknum yang mabuk.
Ia mencontohkan, gedung baru dua lantai yang dibangun belum lama ini, kini sudah mengalami kerusakan pada bagian kaca lantai bawah akibat dilempar oleh orang mabuk hingga berlubang.
“Karena itu pada Musrenbang kampung dan distrik beberapa waktu lalu di Limau Asri, kami sudah usulkan pembangunan pagar sekolah,” jelasnya.
Tak hanya itu, dua gedung lama yang mengalami kerusakan parah hingga kini belum juga dibongkar, padahal tahun lalu pihak dinas berjanji akan melakukan pembongkaran.
“Kami berharap gedung lama yang rusak parah ini bisa segera dibongkar agar tidak membahayakan guru dan siswa,” harap Juiita.
Ia juga mengusulkan agar penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat dapat dipermudah. Menurutnya, daripada siswa harus antre di Timika dan mengeluarkan biaya besar, sebaiknya ada petugas yang datang langsung ke sekolah untuk membantu proses administrasi.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat segera merespons berbagai kebutuhan tersebut demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa di SD Negeri Pigapu.