32 Kpm Di Kampung Karya Kencana Terima Blt, 1 Kpm Terima Rp1,8 Juta Per Semester
Timika, Kabarkampung.id — Sebanyak 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) semester pertama tahun 2026.
Masing-masing KPM menerima BLT sebesar Rp1.800.000 untuk satu semester, yang pencairannya dilakukan pada Juli 2026. Sementara dalam satu tahun, setiap KPM menerima total Rp3.600.000.
Kepala Kampung Karya Kencana, Rakam Suntoro, mengatakan jumlah penerima BLT tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah penerima tahun ini menurun. Penurunan ini disebabkan anggaran Dana Desa yang diberikan pemerintah pusat juga turun cukup jauh. Karena itu, jumlah penerima BLT ikut berkurang,” kata Rakam saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, pada 2025 jumlah penerima BLT di Kampung Karya Kencana mencapai 36 KPM. Namun pada 2026 jumlah tersebut berkurang menjadi 32 KPM.
Menurut Rakam, penetapan penerima BLT dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan dan masuk dalam kategori masyarakat rentan.
Ia menyebut, dari setiap RT terdapat kuota penerima yang terbatas. Warga yang diprioritaskan antara lain mereka yang sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu bekerja, serta warga dengan kondisi tertentu yang menyebabkan mereka tidak dapat mencari nafkah secara mandiri.
“Untuk Kampung Karya Kencana, satu RT hanya sekitar dua warga yang berhak menerima. Mereka diseleksi dan diprioritaskan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, seperti penyandang disabilitas yang sudah tidak bisa bekerja dan lansia yang sudah tua renta,” jelasnya.
Rakam menegaskan, besaran BLT yang diterima setiap KPM tidak mengalami perubahan. Setiap penerima memperoleh Rp1.800.000 untuk satu semester atau Rp3.600.000 dalam satu tahun.
Berbeda dengan pola pembagian yang biasanya dilakukan secara terpusat, Pemerintah Kampung Karya Kencana memilih menyalurkan BLT secara langsung ke rumah masing-masing penerima.
Rakam mengatakan bendahara bersama petugas kampung turun langsung mendatangi rumah KPM untuk menyerahkan bantuan.
“Pembagiannya tidak dilakukan di kantor kampung. Bendahara dan petugas kampung langsung turun ke rumah-rumah warga penerima dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada mereka,” pungkasnya.