Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Penyuluhan Kesehatan Di Kampung Karya Kencana, Kader Posyandu Dan Pkk Diharapkan Menjadi Perpanjangan Tangan Dalam Kampanye Prilaku Hidup Bersih

Foto bersama, Plt Kepala Kampung Karya Kencana, Rakam Suntoro, Kepala Distrik Yemi Gobai, Kabid Pemerintahan Kampung Frits Werimon, Tenaga Ahli Desa Ina, pemateri dan ibu-ibu kader Posyandu dan PKK Kampung Karya Kencana (foto: Marus/ Kabarkampung.id)

Timika, Kabarkampung.id – Pemerintah Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana, menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bagi kader Posyandu dan PKK. Penyuluhan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kampung Karya Kencana, Senin (14/7/2025) diikuti oleh kader-kader Posyandu dan ibu-ibu PKK. Diketahui kegiatan tersebut menggunakan Dana Desa tahun 2025 pada bidang pembangunan, sub bidang kesehatan.

Plt. Kepala Kampung Karya Kencana, Rakam Suntoro mengatakan kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan untuk menekan angka gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak usia bawah lima tahun (Balita) yang sangat rentan terhadap penyakit dan juga ibu hamil. 

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada balita dan juga meningkatkan pemahaman kader dalam mengontrol kondisi ibu hamil dan bayi baru lahir. Ini sangat penting agar anak-anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” ujar Plt Kepala Kampung, Rakam Suntoro, Senin (14/7/2025).

Rakam menjelaskan bahwa Kampung Karya Kencana telah rutin mengalokasikan anggaran untuk makanan tambahan seperti susu dan bubur untuk bayi dan makanan tambahan lainnya untuk penanganan stunting. 

Meski saat ini distribusinya masih menyesuaikan pencairan dana desa yang hanya dilakukan dua kali dalam setahun, ia berharap ke depan bisa dilakukan setiap bulan.

“Kalau ada perubahan regulasi nanti, kita akan atur supaya setiap bulan ada makanan tambahan untuk posyandu. Tapi sekarang pun sudah bagus, karena ada perhatian dari pemerintah terhadap pertumbuhan anak dan kandungan ibu hamil,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemerintahan Kampung pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika, Frits Werimon, mengatakan pengelolaan Dana Desa tahun 2025 harus mengacu pada sejumlah regulasi nasional maupun daerah, dengan fokus utama pada pelayanan dasar masyarakat, termasuk penanggulangan stunting.

Frits menjelaskan regulasi penggunaan dana desa 2025 telah diatur dalam Permendes Nomor 2 Tahun 2024, PMK Nomor 108 Tahun 2024, serta Peraturan Bupati Mimika terkait alokasi dana desa. Semua aturan itu mengarahkan pemerintah kampung untuk melaksanakan program-program strategis dan prioritas nasional.

Kegiatan yang berlangsung hari ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap agar kader Posyandu dan PKK dapat menyampaikan materi yang diperoleh kepada warga di setiap RT, karena tidak semua bisa hadir dalam kegiatan seperti ini,” katanya.

“Fokus utama penggunaan Dana Desa 2025 antara lain adalah 15% untuk BLT, penanganan stunting, pemanfaatan teknologi dan informasi, ketahanan pangan, serta peningkatan dan promosi pelayanan dasar kesehatan,” jelas Frits.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Mimika, Ina mengatakan, pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan penyuluhan dan ketersediaan sarana-prasarana, tetapi akar persoalan stunting juga terletak pada pola pikir dan prilaku hidup masyarakat yang belum berubah secara menyeluruh. 

“Yang lebih utama itu mengubah mindset kita, pola hidup kita. Kader Posyandu dan PKK harus hadir, karena mereka adalah perpanjangan tangan dari pemerintah desa dalam menyampaikan pesan-pesan penting ke masyarakat,” tegasnya.

Ina mencontohkan, himbauan untuk tidak buang air sembarangan seharusnya bukan hanya menjadi materi penyuluhan sesaat. 

“Jangan sampai begitu keluar dari ruangan ini, pesan itu hilang. Kalau seperti itu, stunting akan tetap berlanjut meski anggaran dan penyuluhan terus dilakukan setiap tahun,” katanya.

Kepala Distrik Kuala Kencana, Yemi Gobai mengatakan, penyuluhan kesehatan sebagai upaya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama dalam mencegah stunting dan penyakit lainnya.

“Saya sangat apresiasi kegiatan ini. Mama-mama kader Posyandu dan PKK adalah garuda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Keteladanan yang paling mulia adalah ketika seseorang menolong orang lain tanpa pamrih, dan itu dilakukan setiap hari oleh para ibu kader,” ujar Yemi penuh semangat. 

Penyuluhan ini menghadirkan dua Nara sumber dari puskesmas Jileale SP III, yakni Edy dan Aga  dengan materi Hidup Sehat dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Dengan hidup sehat kita dapat mencegah tertularnya penyakit termasuk stunting atau gagal tumbuh pada anak. (mar)